bLoGGiNg 4 LeaRNiNg

— Sebaik-baik di antara kalian adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain —

Jejak Kedermawanan Rasulullah SAW

Posted by treest on 7 March 2009

Umar bin Khattab bercerita : Suatu hari seorang laki-laki datang menemui Rasululloh S.A.W untuk meminta-minta, lalu beliau memberinya. Keseokan harinya, laki-laki itu datang lagi, Rasululloh juga memberinya. Keesokan harinya, datang lagi dan kembali meminta, Rasululloh pun memberinya. Keesokan harinya, ia datang kembali untuk meminta-minta, Rasululloh lalu bersabda “Aku tidak mempuyai apa-apa saat ini. Tapi ambillah yyang kau mau dan jadikan sebagai utangku. Kalau aku mempuyai sesuatu kelak, aku yang akan membayarnya “.

114

Umar lalu berkata “Wahai Rasululloh janganlah memberi diluar batas kemampuanmu “. Rasululloh tidak menyukai perkataan Umar tadi. Tiba-tiba datang seorang laki-laki dari Anshor sambil berkata “Ya Rasululloh., jangan takut, terus saja berinfak. Jangan khawatir dengan kemiskinan “. Mendengar ucapan laki-laki tadi Rasululloh tersenyum lalu beliau berkata kepada Umar “Ucapan itulah yang diperintahkan oleh Alloh kepadaku “ (H.R. Turmudzi).

Ummu Salamah, istri Rasululloh S.A.W bercerita :Suatu hari Rasululloh masuk ke rumahku dengan  muka pucat. Aku khawatir beliau sakit “ya Rasululloh mengapa wajahmu pucat begini “ tanyanya. Rasululloh menjawab “Aku pucat begini bukan karena sakit melainkan karena aku ingat uang tujuh dinar yang kita dapat kemarin sampai sore ini masih berda di bawah kasur dan kita belum menginfakkannya ‘ (H.R. Haistami dan hadistnya shahih)

Salah seorang sahabat yang mengukir jejak indah kedermawanan mencontoh Nabi adalah Tsabit bin Dahdah yang memiliki kebun berisi 600 batang kurma kualitas terbaik. Begitu turun ayat “Siapakah yang mau meminjamkan kepada Alloh pinjaman yang baik maka Alloh akan melipatgandakan (pembayaran) pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh pahala yang banyak “ (Al Hadidi : 11). Dia bergegas mendatangi Rasululloh untuk bertanya “Ya Rasululloh apakah Alloh ingin meminjam dari hambanya ?’. “ Benar “ jawab Rasululloh.Spontan Tsabit bin DahDah mengacungkan tangannya seraya berkata “Ulurkanlah tangan Anda, wahai Rasululloh “.

Rasululloh mengulurkan tangannya dan langsung disambut oleh Tsabit bin Dahdah sambil berkata “Aku menjadikan Anda sebagai saksi bahwa kupinjamkan kebunku kepada Alloh “. Tsabit sangat gembira dengan keputusannya itu. Dalam perjalann pulang dia mampir ke kebunnya. Dilihatnya istri dan anak-anaknya sedang bersantai di bawah pepohonan yang sarat dengan buah.

Dari pintu kebun, dipanggillah sang istri ‘ Hai Ummu Dahdah , Ummu Dahdah cepat keluar dari kebun ini. Aku sudah meminjamkan kebun ini kepada Alloh” istrinya menyambut dengan suka cita. “Engkau tidak rugi, suamiku, engkau beruntung, engkau sungguh-sungguh beruntung”. Segera dikeluarkannya kurma yang ada di mulut anak-anaknya seraya berkata “ayahmu sudah meminjamkan kebun ini kepada Alloh “.

Ibnu Mas’ud menceritakan bahwa Rasululloh bersabda “Berapa banyak pohon sarat buah yang kulihat di surga atas nama Abu dahdah “ artinya Alloh memberi Tsabit bin Dahdah pohon-pohon yang berbuah lebat di surga sebagai ganti atas pemberiannya kepadaNya di dunia.


One Response to “Jejak Kedermawanan Rasulullah SAW”

  1. ang2ara said

    subhanalloh , itulah cerminan dari akhlak alh karim dari rosul kita. kaan kita bisa mencontoh akhlak mulia bliau?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: